Lompat ke konten
Beranda » News » Rincian Biaya Paten Sederhana Berdasarkan PP No. 45 Tahun 2024

Rincian Biaya Paten Sederhana Berdasarkan PP No. 45 Tahun 2024

Rincian Biaya Paten Sederhana Sesuai PP No. 45 Tahun 2024: Panduan Lengkap untuk UMK, Inventor, dan Perusahaan

Paten sederhana menjadi salah satu bentuk perlindungan kekayaan intelektual yang banyak digunakan oleh pelaku usaha, inventor, startup, hingga institusi pendidikan di Indonesia. Melalui paten sederhana, pemilik inovasi memperoleh hak eksklusif atas hasil temuannya sehingga pihak lain tidak dapat menggunakan, memproduksi, atau menjual inovasi tersebut tanpa izin.

Sebelum mengajukan permohonan, salah satu hal yang perlu dipahami adalah biaya paten sederhana. Pemerintah telah menetapkan tarif resmi melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 Tahun 2024 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku pada Kementerian Hukum dan HAM.

Aturan terbaru ini memberikan tarif yang berbeda antara Usaha Mikro dan Kecil (UMK), lembaga pendidikan, lembaga penelitian dan pengembangan pemerintah, serta pemohon umum. Selain itu, pengajuan secara online juga mendapatkan tarif yang lebih rendah dibandingkan pengajuan secara offline.

Artikel ini membahas secara lengkap rincian biaya paten sederhana terbaru, komponen biaya tambahan, biaya setelah paten diberikan, serta tips menyusun anggaran agar proses pendaftaran berjalan lebih lancar.

Ringkasan Biaya Paten Sederhana Tahun 2024–2026

Berikut gambaran umum biaya resmi paten sederhana berdasarkan PP No. 45 Tahun 2024:

Jenis PemohonOnlineOffline
UMK, Lembaga Pendidikan, Litbang PemerintahRp200.000Rp350.000
Pemohon UmumRp1.000.000Rp1.200.000

Selain biaya permohonan, pemohon juga wajib membayar biaya pemeriksaan substantif.

Jenis PemohonBiaya Pemeriksaan
UMK, Lembaga Pendidikan, Litbang PemerintahRp700.000
Pemohon UmumRp2.000.000

Dengan memahami biaya sejak awal, pemohon dapat menyusun anggaran yang lebih realistis dan menghindari kendala administratif selama proses pendaftaran.

Apa Itu Paten Sederhana?

Paten sederhana adalah hak eksklusif yang diberikan negara kepada inventor atas suatu invensi berupa produk atau alat yang memiliki nilai kebaruan dan manfaat praktis.

Berbeda dengan paten biasa yang umumnya melindungi teknologi yang lebih kompleks, paten sederhana ditujukan untuk inovasi yang memiliki pengembangan atau penyempurnaan dari teknologi yang sudah ada.

Contohnya meliputi:

  • Peralatan pertanian yang lebih efisien.
  • Alat produksi UMKM.
  • Peralatan rumah tangga dengan fungsi baru.
  • Mesin sederhana untuk industri kecil.
  • Perangkat mekanis dengan peningkatan fungsi tertentu.

Karena prosesnya lebih sederhana dibanding paten biasa, banyak pelaku usaha memilih jalur ini untuk melindungi hasil inovasinya.

Dasar Hukum Biaya Paten Sederhana

Biaya paten sederhana saat ini mengacu pada:

  • Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2016 tentang Paten.
  • Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2024 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak.
  • Peraturan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) yang mengatur tata cara pengajuan paten.

Peraturan ini memberikan kepastian hukum mengenai besaran biaya yang harus dibayarkan oleh setiap kategori pemohon.

Biaya Pengajuan Paten Sederhana

1. Biaya Permohonan untuk UMK, Lembaga Pendidikan, dan Litbang Pemerintah

Pemerintah memberikan tarif khusus yang lebih rendah untuk mendukung inovasi dari sektor pendidikan dan usaha kecil.

Tarif yang berlaku adalah:

  • Pengajuan online: Rp200.000
  • Pengajuan offline: Rp350.000

Kebijakan ini bertujuan mendorong lebih banyak inovator lokal untuk melindungi hasil temuannya.

2. Biaya Permohonan untuk Pemohon Umum

Kategori pemohon umum meliputi:

  • Perorangan.
  • Perusahaan.
  • Organisasi non-pemerintah.
  • Startup.
  • Badan usaha lainnya.

Tarif yang berlaku:

  • Pengajuan online: Rp1.000.000
  • Pengajuan offline: Rp1.200.000

Perbedaan biaya ini menunjukkan bahwa pemerintah mendorong penggunaan sistem digital dalam proses pengajuan hak kekayaan intelektual.

Biaya Pemeriksaan Paten Sederhana

Setelah permohonan diajukan, DJKI akan melakukan pemeriksaan substantif untuk menilai apakah invensi memenuhi syarat perlindungan paten.

Tarif Pemeriksaan

UMK, Lembaga Pendidikan, dan Litbang Pemerintah

Rp700.000

Pemohon Umum

Rp2.000.000

Tahapan ini sangat penting karena hasil pemeriksaan akan menentukan apakah paten sederhana dapat diberikan atau tidak.

Biaya Tambahan yang Perlu Diperhatikan

Selain biaya utama, terdapat beberapa komponen biaya tambahan yang sering muncul dalam proses pengajuan.

Klaim Tambahan

Pemerintah menetapkan batas standar hingga 10 klaim.

Apabila jumlah klaim melebihi batas tersebut, pemohon dikenakan biaya:

Rp200.000 per klaim tambahan.

Semakin banyak klaim yang diajukan, semakin besar biaya yang harus disiapkan.

Percepatan Pengumuman

Pemohon yang ingin mempercepat proses pengumuman dapat menggunakan layanan percepatan.

Biaya percepatan pengumuman:

Rp500.000

Layanan ini hanya tersedia melalui sistem online.

Biaya Keberatan atau Protes

Apabila terdapat pihak yang mengajukan keberatan atau protes terkait permohonan paten, akan dikenakan biaya:

Rp500.000

Biaya ini digunakan dalam proses administrasi penanganan keberatan.

Biaya Setelah Paten Diberikan

Banyak pemohon hanya fokus pada biaya pendaftaran dan pemeriksaan. Padahal setelah paten diberikan, masih terdapat kewajiban pembayaran biaya pemeliharaan tahunan.

Biaya ini bertujuan menjaga status perlindungan paten tetap aktif.

Untuk UMK, Lembaga Pendidikan, dan Litbang Pemerintah

Biaya pemeliharaan dimulai dari:

Rp50.000 hingga Rp1.000.000 per tahun.

Untuk Pemohon Umum

Biaya pemeliharaan dimulai dari:

Rp100.000 hingga Rp2.000.000 per tahun.

Besaran biaya meningkat sesuai masa perlindungan yang berjalan.

Denda Keterlambatan Pembayaran

Pemilik paten wajib membayar biaya pemeliharaan tepat waktu.

Apabila terlambat, akan dikenakan denda sebesar:

100% dari biaya tahunan yang berlaku.

Karena itu, pemegang paten perlu mencatat jadwal pembayaran agar perlindungan hukum tidak terganggu.

Mengapa Pengajuan Online Lebih Menguntungkan?

PP No. 45 Tahun 2024 menunjukkan bahwa pemerintah memberikan insentif bagi pemohon yang menggunakan sistem elektronik.

Beberapa keuntungan pengajuan online antara lain:

  • Biaya lebih rendah.
  • Proses lebih cepat.
  • Dokumen lebih mudah dilacak.
  • Mengurangi risiko kehilangan berkas.
  • Mendukung efisiensi administrasi.

Bagi pelaku usaha dan inventor, pengajuan online menjadi pilihan yang lebih hemat dan praktis.

Studi Kasus

Studi Kasus 1: UMK Penghasil Alat Pertanian

Sebuah UMK mengembangkan alat pemanen jagung sederhana yang mampu mempercepat proses panen hingga 30%.

Biaya yang dikeluarkan:

  • Permohonan online: Rp200.000
  • Pemeriksaan: Rp700.000

Total biaya awal:

Rp900.000

Dengan biaya yang relatif terjangkau, UMK tersebut memperoleh perlindungan hukum atas inovasinya.

Studi Kasus 2: Startup Teknologi

Sebuah startup mengembangkan perangkat mekanis untuk kebutuhan industri makanan.

Biaya yang dikeluarkan:

  • Permohonan online: Rp1.000.000
  • Pemeriksaan: Rp2.000.000
  • Klaim tambahan 5 klaim: Rp1.000.000

Total biaya awal:

Rp4.000.000

Startup tersebut menggunakan paten sebagai aset intelektual untuk menarik investor.

Faktor yang Mempengaruhi Total Biaya Paten Sederhana

Walaupun tarif pemerintah sudah ditentukan, total biaya yang dikeluarkan setiap pemohon dapat berbeda.

Beberapa faktor yang memengaruhinya meliputi:

  • Jumlah klaim yang diajukan.
  • Penggunaan konsultan HKI.
  • Percepatan pengumuman.
  • Biaya penyusunan dokumen teknis.
  • Biaya pemeliharaan tahunan.
  • Kompleksitas invensi.

Karena itu, pemohon sebaiknya menghitung seluruh biaya sejak awal agar tidak mengalami kendala di tengah proses.

Data dan Tren Paten Indonesia Tahun 2026

Perlindungan kekayaan intelektual semakin penting dalam era ekonomi digital dan industri berbasis inovasi. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah terus mendorong peningkatan jumlah permohonan paten dari pelaku usaha lokal, perguruan tinggi, dan startup teknologi.

Tren tahun 2026 menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap perlindungan hak kekayaan intelektual terus meningkat. Banyak UMKM mulai memanfaatkan paten sederhana sebagai cara untuk melindungi inovasi produk sekaligus meningkatkan nilai bisnis di mata investor dan mitra usaha.

FAQ

Berapa biaya minimum pengajuan paten sederhana?

Untuk UMK yang mengajukan secara online, biaya awal mulai dari Rp200.000 ditambah biaya pemeriksaan Rp700.000.

Apakah pengajuan online lebih murah?

Ya. Tarif online lebih rendah dibandingkan pengajuan offline untuk semua kategori pemohon.

Apakah biaya pemeriksaan wajib dibayar?

Ya. Pemeriksaan substantif merupakan bagian penting dalam proses penilaian paten sederhana.

Apakah biaya pemeliharaan harus dibayar setiap tahun?

Ya. Pemegang paten wajib membayar biaya tahunan agar perlindungan paten tetap berlaku.

Apa yang terjadi jika terlambat membayar biaya tahunan?

Pemegang paten akan dikenakan denda sebesar 100% dari biaya tahun berjalan.

Apakah UMKM mendapatkan tarif khusus?

Ya. Pemerintah memberikan tarif yang lebih rendah bagi UMK, lembaga pendidikan, dan lembaga penelitian pemerintah.

Opini Penulis

Menurut saya, kebijakan tarif dalam PP No. 45 Tahun 2024 memberikan peluang yang lebih besar bagi UMK, inventor lokal, dan institusi pendidikan untuk melindungi hasil inovasinya. Selisih biaya yang cukup jauh dibanding pemohon umum menunjukkan upaya pemerintah dalam mendorong lahirnya lebih banyak inovasi dari sektor usaha kecil dan dunia akademik. Namun, pemohon tetap perlu memahami seluruh biaya, termasuk biaya pemeliharaan tahunan, agar perlindungan paten dapat berjalan secara optimal dalam jangka panjang.

Kesimpulan

PP No. 45 Tahun 2024 memberikan kepastian mengenai biaya paten sederhana di Indonesia. Tarif yang lebih rendah untuk UMK, lembaga pendidikan, dan lembaga penelitian menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung ekosistem inovasi nasional.

Dengan memahami biaya permohonan, biaya pemeriksaan, biaya tambahan, serta biaya pemeliharaan tahunan, pemohon dapat menyusun anggaran secara lebih tepat. Langkah ini membantu inventor dan pelaku usaha fokus mengembangkan inovasi tanpa menghadapi kendala administratif yang tidak terduga.

Referensi Eksternal

Penulis

Disclaimer

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi umum. Tarif yang disebutkan mengacu pada PP No. 45 Tahun 2024. Perubahan regulasi, kebijakan teknis, atau ketentuan administrasi di masa mendatang dapat memengaruhi besaran biaya yang berlaku. Untuk memperoleh informasi resmi dan terbaru, pemohon disarankan memeriksa langsung ketentuan pada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).