Maret 20, 2021

Jasa Pengurusan SNI

Jasa Pengurusan SNI 

Sebagai seorang konsumen, Anda tentu pernah atau mungkin kerap kali diingatkan untuk membeli barang yang telah bersertifikasi SNI atau Standar Nasional Indonesia. Dengan memiliki SNI, maka sebuah produk dianggap sudah memenuhi standar untuk diperjualbelikan. Berikut adalah penjelasan mengenai manfaat SNI, serta tips jitu dalam memilih jasa pengurusan SNI tersebut.  

Apa Itu SNI? 

Sebelum membahas mengenai manfaat SNI, ada baiknya Anda mengetahui lebih jauh mengenai apa itu SNI atau Standar Nasional Indonesia. Standar ini secara khusus ditetapkan oleh pemerintah Indonesia, untuk beragam jenis barang yang diproduksi oleh masyarakat Indonesia. Pihak yang memproduksi barang bisa saja berupa perorangan atau pun berbentuk badan usaha atau perusahaan. 

SNI ini sendiri ditetapkan oleh Badan Standarisasi Nasional (BSN) dan Komite Teknis untuk barang, jasa, sistem, proses, dan personil di wilayah Indonesia. Agar sebuah produk atau barang bisa mendapatkan SNI, maka harus memenuhi syarat yang ditetapkan terlebih dahulu. Persyaratan yang dimaksud seperti lulus uji coba sampel produk dan juga asesmen kualitas. 

Bagi produk atau barang yang sudah mendapatkan label SNI, maka produk atau barang tersebut sudah layak atau aman digunakan oleh konsumen. Produk tersebut pun bisa dijual dijual secara bebas di seluruh wilayah di Indonesia. Soal kualitasnya juga tak perlu diragukan lagi, karena memang hanya produk terbaik yang bakal bisa memperoleh sertifikasi SNI ini. 

Manfaat SNI 

Adanya logo SNI pada produk, tentu saja menjadi jaminan bagi setiap konsumen bahwa produk yang dibelinya itu berkualitas. Dari sini saja, Anda tentu bisa memahami kalau adanya logo SNI ini memberikan manfaat bagi konsumen dari sisi kemudahan memilih barang yang berkualitas. Namun, manfaat SNI ini tak sebatas hal itu saja, loh! Simak manfaat lainnya di bawah ini.   

  1. Menghasilkan Produk yang Layak Jual dan Punya Daya Saing Tinggi

Dengan diwajibkannya sertifikasi SNI bagi berbagai jenis produk yang akan dijual pada konsumen, tentu saja produsen akan menggunakan bahan terbaik untuk pembuatan produknya tersebut. Bahan baku akan dipilih sedemikian rupa, mungkin saja yang terbaik di kelasnya. Dengan begini, hasilnya pun tentu saja akan sangat berkualitas, layak jual, serta memiliki daya saing tinggi di pasaran. 

Tentu saja, pasar yang dituju tak hanya pasar lokal atau nasional saja, melainkan juga pasar internasional. Makanya, tak mengherankan jika produk yang sudah tersertifikasi SNI, akan bisa lebih mudah menembus pasar global, karena memang produknya tersebut berkualitas tinggi. Konsumen pun tak akan berpikir dua kali, untuk melakukan repurchase atau pembelian kembali.  

  1. Memastikan Keamanan Produk yang Dijual 

Tahukah Anda bahwa tak semua produk yang dijual di pasaran tersebut sudah teruji keamanannya? Bisa jadi produk tersebut terbuat dari bahan yang berbahaya, yang mana nantinya bisa mengancam keselamatan konsumen yang menggunakannya. Hal ini tak akan terjadi, jika sekiranya konsumen menggunakan produk yang telah memperoleh sertifikat SNI. 

Produk yang telah lulus uji SNI, dipastikan aman untuk digunakan oleh konsumen. Misalnya saja, produk makanan, seperti mi instan, kue, atau beragam camilan lainnya. Produk makanan tersebut dijamin terbuat dari bahan yang aman dan layak konsumsi, sehingga tak akan menimbulkan penyakit atau efek samping yang membahayakan konsumen. 

  1. Meningkatkan Geliat Ekonomi Dalam Negeri 

Dengan adanya sertifikasi SNI pada produk yang dijual di Indonesia, membuktikan bahwa barang-barang yang dijual tersebut berkualitas tinggi kok. Dengan begini, konsumen tak akan ragu untuk melakukan pembelian barang tersebut, sehingga membuat geliat ekonomi dalam negeri mengalami peningkatan. 

Jika memang barang dalam negeri yang memiliki kualitas tinggi dan tak kalah dari barang impor, mengapa tak menggunakan barang dalam negeri saja, bukan? Dengan begini, para produsen dalam negeri pun juga akan lebih bersemangat lagi dalam memproduksi barang jualannya, dikarenakan tingginya minat konsumen atas barang yang dijualnya tersebut. 

Tahapan Pengurusan SNI 

Sebelum memperoleh sertifikat SNI, tentu ada beberapa tahapan yang harus dilalui terlebih dahulu. Anda yang mungkin saja merupakan pemilik sebuah usaha, bisa melakukan pengurusan SNI sendiri atau juga bisa menggunakan jasa pengurusan SNI. SNI sendiri akan bisa diperoleh dengan mengikuti 7 tahapan berikut ini. 

  1. Pengisian Formulir Permohonan SPPT SNI 

    Langkah pertama untuk bisa memperoleh SNI adalah dengan mengisi formulir permohonan SPPT SNI. SPPT merupakan singkatan dari Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI. Saat proses pengisian formulir permohonan SPPT ini, Anda wajib melampirkan dokumen berupa fotokopi sertifikat Sistem Manajemen ISO 9001:2000 dan sertifikat dari LSSM negara asal produk.  
    Sertifikat Sistem Manajemen ISO 9001:2000 ini bisa diperoleh di Lembaga Sertifikat Mutu (LSSM), yang telah diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN). Sedangkan untuk sertifikat LSSM negara asal produk, wajib dilampirkan jika sekiranya produk yang diajukan merupakan produk impor atau berasal dari luar negeri. 

  2. Verifikasi Permohonan

    Setelah pengisian formulir permohonan SPPT SNI, maka Anda bisa lanjut untuk melakukan verifikasi permohonan yang dilakukan oleh LSPro-Pustan. Verifikasi sendiri akan dilakukan atas jangkauan lokasi audit dan kemampuan bahasa setempat. Setelah verifikasi dilakukan, maka Anda akan menerima invoice, yang memuat biaya yang harus dibayarkan. 

  3. Audit Sistem Manajemen Mutu Produsen 

    Selanjutnya, akan dilakukan pemeriksaan atau audit atas kelengkapan dan kecukupan dokumen sistem manajemen mutu produsen terhadap persyaratan SPPT SNI. Dokumen yang dilampirkan akan ditinjau oleh tim sertifikasi. Jika sekiranya ada ketidaksesuaian, maka pihak yang mengajukan bisa melakukan perbaikan atau koreksi dalam jangka waktu maksimal 2 bulan. 

  4. Pengujian Sampel Produk 

    Jika dokumen yang diperlukan sudah lengkap dan sesuai, maka selanjutnya akan dilakukan pengujian sampel produk. Tim yang akan melakukan pengujian sampel produk ini merupakan petugas yang ahli di bidangnya, sesuai dengan jenis produk yang akan diuji. Proses pengujian sampel pun dilakukan di laboratorium penguji atau lembaga inspeksi yang tentunya telah terakreditasi. 
    Jika misalnya pengujian dilakukan di laboratorium milik produsen, maka akan dihadirkan saksi dalam proses pengujian tersebut. Sampel produk yang dibeli label contoh uji (LCU) ini akan diuji dalam kurun waktu minimal 20 hari. Jika hasilnya belum sesuai, pengujian kembali dan perbaikan bisa dilakukan oleh produsen, untuk kemudian dilakukan cek ulang kembali. 

  5. Penilaian Sampel Produk

    Setelah dilakukan uji sampel, tim penguji akan menerbitkan Sertifikasi Hasil Uji. Bila persyaratan untuk memperoleh SNI belum terpenuhi, maka produsen selaku pemohon diminta untuk melakukan pengujian ulang. Permohonan SPPT SNI akan ditolak, jika sekiranya hasil uji ulang yang dilakukan tak sesuai dengan persyaratan SNI. 

  6. Keputusan Sertifikasi 

    Jika 5 langkah sebelumnya telah berhasil dilewati, maka saatnya untuk semua tim sertifikasi merapatkan hasil audit dan hasil uji. Proses penyiapan untuk semua bahan yang diperlukan saat rapat nanti umumnya akan memakan waktu selama 7 hari kerja. Sedangkan untuk rapat panelnya sendiri nanti akan berlangsung selama 1 hari. 

  7. Pemberian SPPT SNI 

    Keputusan pemberian sertifikat saat rapat panel akan didasarkan pada hasil evaluasi produk, apakah memenuhi setiap ketentuan yang ada atau tidak. Ketentuan tersebut meliputi kelengkapan administrasi, ketentuan SNI, dan proses produksi serta sistem manajemen mutu yang diterapkan. Jika semuanya terpenuhi, maka SPPT SNI akan segera diterbitkan untuk produsen selaku pemohon. 

  

Tips Memilih Jasa Pengurusan SNI yang Berkualitas

Dikarenakan keterbatasan waktu, tentu ada produsen yang tak sempat mengurus langsung sertifikat SNI ini. Padahal, keberadaan sertifikat ini akan sangat berefek pada penjualan produknya nanti. Jika Anda berada di posisi seperti ini, jangan bingung, Anda bisa pakai jasa pengurusan SNI kok. Agar bisa menggunakan jasa yang berkualitas, ikuti 3 tips dalam memilihnya berikut ini. 

  1. Minta Rekomendasi dari Sesama Produsen 

Akan sangat memudahkan Anda, jika sekiranya Anda mendapatkan rekomendasi dari sesama produsen atau pengusaha, mengenai jasa untuk mengurus SNI yang berkualitas. Cukup dengan minta alamat atau nomor telepon penyedia jasa dari rekan Anda, untuk selanjutnya Anda memesan jasanya untuk mengurus SNI produk yang Anda jual. 

  1. Memastikan Track Record dari Penyedia Jasa 

Tips selanjutnya adalah dengan mencari tahu track record atau rekam jejak dari penyedia jasa tersebut. Pada era digital seperti sekarang, banyak penyedia jasa yang memiliki situs resmi sendiri, di mana di situs tersebut dicantumkan pengalaman kerja yang pernah dilakukannya. Adanya hal tersebut akan mempermudah Anda dalam mempertimbangkan untuk memakai jasanya atau tidak. 

  1. Tarif untuk Pengurusan SNI 

Terakhir, pastikan tarifnya sesuai dengan bujet yang Anda miliki. Jangan langsung deal saja sebelum Anda mengetahui berapa banyak yang harus dibayarkan pada penyedia jasa. Anda pun tak perlu sungkan untuk melakukan penawaran, jika sekiranya pihak penyedia jasa memang memberikan range harganya. Jika sudah sepakat dengan tarifnya, SNI sudah bisa langsung diurus. 

Adanya logo SNI pada produk, akan membuat konsumen jadi lebih yakin untuk menggunakan atau mengonsumsi produk tersebut. Makanya, sertifikat SNI wajib untuk diurus dan dimiliki oleh tiap produsen. Produsen pun tak perlu khawatir jika sekiranya tak memiliki waktu untuk melakukan pengurusan, karena sekarang sudah ada jasa pengurusan SNI yang bisa dipakai jasanya. 

Kamu Ingin Mengurus Jasa SNI Silahkan Hubungi Kami Via WA

× Promo Pendaftaran CV IDR 5.500.000