Februari 15, 2020

Pendaftaran merek dagang

Ketika memulai bisnis pribadi, salah satu hal yang perlu dipikirkan adalah pendaftaran merek dagang. Hal ini dilakukan agar tak terjadi permasalahan di kemudian hari akibat penggunaan merek dagang yang mirip.

Manfaat Mendaftarkan Merek Dagang

Mendaftarkan merek dagang biasanya tak perlu dilakukan apabila Anda berbisnis di bidang waralaba. Namun, bila memulai sebuah bisnis dengan merek yang Anda kembangkan sendiri, maka wajib untuk mendaftarkan merek dagang tersebut terlebih dahulu. Sayangnya, belum semua bisnis yang Anda temui secara online maupun offline sudah didaftarkan merek dagangnya. Alasannya karena pemilik usaha belum memiliki dana memadai untuk mendaftarkan merek dagangnya ke lembaga terkait (dalam hal ini Ditjen HKI).

Apabila Anda terlambat mendaftarkan merek dagang, bisa-bisa merek tersebut dipakai oleh pebisnis lain dan sudah didaftarkan. Sehingga Anda pun tak bisa meminta kembali merek tersebut meskipun awalnya Anda yang menggunakannya. Itu sebabnya jangan menunda untuk mendaftarkan merek dagang ke Direktorat Jenderal Hal Kekayaan Intelektual (Ditjen HKI). Bagaimana caranya?

Proses Pendaftaran Merek

  1. Menelusuri Merek Dagang

    Hal pertama yang perlu Anda lakukan ketika hendak mendaftarkan merek dagang adalah menelusuri merek dagang di mesin pencari Google atau dengan bertanya langsung ke pihak terkait. Menelusuri merek dagang dilakukan demi menghindari penolakan dari Ditjen HKI ketika mendaftarkan merek dagang. Anda bisa mengajukan pertanyaan mengenai merek dagang melalui email ke website dgip.go.id.

  2. Menyiapkan Persyaratan Pengajuan Permohonan 

    Setelah menelusuri merek dagang, Anda perlu menyiapkan dokumen persyaratan pengajuan permohonan pendaftaran merek dagang. untruk pengajuan ke Ditjen HKI.

  3. Mengikuti Alur Pendaftaran

    Setelah mempersiapkan persyaratannya, ikuti alur pendaftaran yang terbagi menjadi dua yakni pengajuan merek dagang oleh pemohon langsung dan melalui verifikasi oleh Ditjen HKI. Sebagai pemohon, Anda akan diminta untuk mengisi formulir pendaftaran merek dan memenuhi persyaratan lainnya. Contohnya seperti etiket merek, surat kuasa khusus, surat keterangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), bukti pembayaran pendaftaran merek serta bukti penerimaan permintaan pendaftaran merek. Nantinya Ditjen HKI akan memeriksa dokumen pendaftaran Anda dan memprosesnya hingga menerbitkan sertifikat merek.


  4. Pemeriksaan Formalitas dan Substantif

    Selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan formalitas yakni pemeriksaan kelengkapan syarat registrasi merek tertentu. Apabila ada syarat yang kurang lengkap, Anda akan diminta untuk melengkapinya dalam tempo 2 bulan sejak penerimaan surat permintaan pertama. Kemudian pemeriksaan substantif dilakukan dalam jangka waktu satu bulan sejak tanggal penerimaan permohonan registrasi merek dagang. Durasi pemeriksaan substantif umumnya berlangsung selama sembilan bulan.

  5. Pengajuan Keberatan

    Setelah 10 hari sejak permohonan disetujui, maka Ditjen HKI akan mengumumkan permohonan tersebut melalui berita resmi merek. Pengumuman tersebut berlangsung selama tiga bulan dan Anda perlu mengeceknya secara berkala. Apabila Anda merasa keberatan, bisa mengajukan keberatan tertulis maksimal dua bulan sejak tanggal penerimaan salinan keberatan kepada Ditjen HKI.  

  6. Pemeriksaan Kembali

    Pengajuan keberatan dari pemohon nantinya menjadi pertimbangan bagi Ditjen HKI untuk melakukan pemeriksaan pendaftaran merek dagang kembali. Pemeriksaan umumnya berlangsung selama dua bulan sejak pengumuman berakhir. Apabila tak ditemukan masalah, maka Ditjen HKI akan menerbitkan dan memberikan sertifikat merek kepada pemohon dalam waktu maksimal 30 hari sejak tanggal permohonan tersebut disetujui. 

Burs & Associates

Jenis Layanan Yang Kami Tawarkan

Pendaftaran dan Pengeceken Merek Oleh Staf yang berlisensi di Ditjen HKI Profesional terlatih

Pendaftaran Merek Dagang oleh Staf Kami yang berlisensi dan Merek dan pemantauan Proses Merek

Proses Sengketa hak cipta/ Sanggahan HAk Cipta melalui jalur Litigasi dalam proses Pembatalan suatu Pengajuan Merek

Dokumen Pengajuan Merek Dagang

NoDokumen Yang di Perlukan
1Fotokopi KTP pemohon.
2Surat Pernyataan Kepemilikan dari pemohon
3Surat Pernyataan Kepemilikan dari pemohon.
4Fotokopi NPWP (untuk pemohon perusahaan)
5Menyiapkan daftar barang atau jasa yang diberi merek dagang.
6Menyiapkan 30 contoh merek dagang berukuran minimal 2 x 2 cm, maksimal 9 x 9 cm.
7Surat Kuasa (jika diperlukan).

Bisa Menghubungi Kami Untuk Tanya jawab


Open chat
1
Kamu Butuh Bantuan? Hubungi Kami
Halo , Perkenalkan Saya Fauzan, Ada yang dapat saya Bantu, Silahkan Chat dengan Kami?