Layanan In House Lawyer atau Lawyer Tetap

Mengenal Jasa In House Lawyer dan Peran yang Dijalankan

Dalam bidang profesi pengacara ada beberapa spesialisasi yang bekerja melayani masyarakat. Salah satunya adalah in house lawyer, pengacara yang disewa oleh perusahaan untuk menjalankan tugas sesuai kompetensi. Mari berkenalan lebih dekat lagi dengan spesialisasi profesi lawyer yang satu ini dan melihat apa saja peran yang dijalankan. 

Pengertian In House Lawyer

Mari kenali dulu apa pengertian dari profesi ini. In house lawyer juga dikenal dengan nama penasihat hukum internal. Ini merupakan orang dari dalam sebuah perusahaan yang tugasnya mengurusi semua kebutuhan hukum perusahaan tersebut. Pengacara ini secara khusus hanya akan bekerja untuk satu perusahaan. 

Penting untuk diketahui bahwa operasional sebuah perusahaan sudah pasti berhubungan dengan berbagai urusan hukum. Kecuali jika perusahaan tersebut tidak berjalan secara legal sehingga tidak pernah mengurusi kepentingan hukum apapun. Lain halnya dengan perusahaan yang beroperasi secara legal, sudah pasti harus memenuhi berbagai keperluan hukum agar bisa terus bertahan. 

Dalam hal ini dibutuhkan tenaga kerja yang benar-benar paham mengenai dunia hukum. Pengacara dianggap sebagai profesi yang tepat untuk mengurusi segala kepentingan hukum sebuah perusahaan. Demi mempermudah regulasi tersebut dibutuhkan pengacara yang secara khusus bekerja di perusahaan sebagai orang internal. 

Jadi bisa dikatakan bahwa pengacara ini merupakan orang internal dari perusahaan dan hanya akan mengurusi urusan hukum perusahaan tersebut. Artinya tidak ada kasus lain di luar perusahaan yang bisa diurus oleh si pengacara tadi. 

Perbedaan dengan Corporate Lawyer

Ada lagi istilah corporate lawyer yang juga merupakan profesi pengacara di sebuah perusahaan. Namun ada perbedaan yang sangat mendasar antara penasihat hukum internal tadi dengan corporate lawyer atau pengacara perusahaan. Corporate lawyer merupakan orang dari luar perusahaan yang dipekerjakan untuk menangani kebutuhan hukum perusahaan tersebut. 

Sampai di sini sudah bisa dilihat dengan jelas apa sebenarnya perbedaan pengacara internal tadi dengan corporate lawyer. Pengacara in house memang menjadi pekerja internal di sebuah perusahaan sementara itu corporate lawyer adalah pengacara dari luar yang dipekerjakan. Posisinya pun berbeda karena corporate lawyer tidak secara langsung menjadi orang internal dari perusahaan yang dikelola urusan hukumnya tadi. 

Jika dilihat dari perbedaan ini maka bisa dipahami bahwa pengacara in house di sebuah perusahaan tidak bisa bekerja untuk perusahaan lain dalam satu waktu. Sementara itu corporate lawyer masih memungkinkan untuk bekerja mengelola urusan hukum di dunia jenis perusahaan. Setiap pengacara juga tentu memiliki pertimbangan sendiri-sendiri ingin bekerja di bidang spesialisasi yang mana. 

Setiap perusahaan pasti punya pertimbangan masing-masing, ingin memakai jasa pengacara yang mana untuk menyelesaikan urusan hukumnya. Tentu saja perusahaan pasti bisa menilai mana keuntungan dan kelebihan dari masing-masing jenis pengacara tadi. Bujet juga bisa menjadi salah satu faktor pertimbangan penting dalam menentukan pilihan ini. 

Baca   Jasa Pengurusan Izin Amdal

Kompetensi In House Lawyer yang Dimiliki Burs Associates

Seorang pengacara in house yang ditunjuk oleh sebuah perusahaan harus memiliki kompetensi khusus. Kompetensi inilah yang nantinya akan membuktikan apakah si pengacara memang layak diandalkan atau tidak. Berikut ini beberapa kompetensi yang wajib dimiliki oleh seorang pengacara in house:

  1. Kompetensi Hukum

Tentu saja yang dibutuhkan pertama kali adalah kompetensi hukum. Pengacara yang menjalankan peran ini harus memiliki pemahaman dan keterampilan hukum yang baik. Pengacara in house di sebuah perusahaan memiliki job desc dan tugas yang cukup banyak. Mereka harus mengelola regulasi hukum, melakukan pengujian kepatuhan hukum, membuat kontrak, dan lain sebagainya. 

Selama perusahaan masih terus beroperasi maka dibutuhkan regulasi hukum secara berkelanjutan. Banyak sekali urusan hukum yang harus diselesaikan dan semua itu menjadi tanggung jawab dari pengacara in house. Supaya bisa menyelesaikan semua tugas tersebut maka dibutuhkan pengetahuan dan keterampilan yang memadai di bidang hukum. 

Secara sederhana, pengacara in house ini akan memegang dua tugas penting yaitu penasihat hukum untuk perusahaan sekaligus pengelola hukum. Otomatis pengacara tersebut harus benar-benar paham tentang dunia hukum. Tujuannya agar urusan hukum bisa berjalan lancar dan pengurusan dokumen atau hal lain yang berhubungan dengan hukum dapat lebih cepat. 

Sebagian besar perusahaan lebih memilih merekrut tenaga kerja hukum atau pengacara yang sudah berpengalaman dalam hal ini. Tujuannya agar pengacara tersebut sudah terbukti memiliki pengalaman dan pengetahuan yang memadai. Jarang sekali perusahaan bersedia merekrut pemula untuk bekerja sebagai pengacara in house. 

  1. Komunikasi yang Efektif

Salah satu kompetensi yang juga harus dipenuhi oleh pengacara in house adalah kemampuan komunikasi yang efektif. Orang yang bekerja di bidang ini harus bisa melakukan komunikasi yang lancar dengan banyak pihak. Pengelolaan masalah hukum itu memiliki kaitan erat dengan pihak-pihak yang lain. 

Urusan legalitas sebuah perusahaan bisa berjalan lancar jika orang yang bertanggung jawab dalam hal tersebut pintar melakukan negosiasi. Apalagi di Indonesia ini banyak birokrasi yang dirasa rumit dan menghabiskan waktu. Jika tidak ada kemampuan komunikasi yang efektif, maka akan sulit untuk menyelesaikan berbagai jenis urusan hukum sesuai kebutuhan perusahaan. 

Tidak hanya komunikasi dengan pihak lain di luar perusahaan namun juga komunikasi dengan pihak internal. Pengacara in house harus bisa membangun komunikasi yang efektif dengan rekan kerja yang tergabung di perusahaan. Tujuannya agar terjadi kepatuhan hukum di dalam perusahaan tersebut sesuai dengan regulasi yang ada. 

Dalam hal ini, ada tantangan yang harus ditaklukkan oleh pengacara. Salah satunya adalah harus berkomunikasi dengan bahasa hukum yang mudah dimengerti oleh lawan bicara. Di sebuah perusahaan, tidak semua orang memahami bahasa hukum. Padahal mereka harus memahami aturan hukum yang berlaku tersebut. Itulah mengapa pengacara perlu memilih kosa kata yang tepat. 

Baca   Corporate Guarantee

Sementara itu kemampuan komunikasi dengan pihak eksternal perusahaan juga sangat penting. Contoh mudahnya saat perusahaan membutuhkan perizinan ke pihak-pihak tertentu. Tugas pengacara adalah melakukan komunikasi yang efektif dengan pihak-pihak terkait sehingga bisa mendapatkan izin hukum sesuai kebutuhan tadi. 

  1. Analisis Risiko

In house lawyer ternyata juga harus memiliki kemampuan atau kompetensi dalam melakukan analisis risiko. Penting untuk diketahui bahwa pengacara internal ini juga bertugas mengurangi adanya dampak risiko hukum yang ditanggung oleh sebuah perusahaan. Mereka akan dibebani tugas untuk melakukan prediksi berbagai jenis risiko yang mungkin terjadi. 

Dalam melaksanakan tugasnya, pengacara in house harus bisa mempersiapkan berbagai jenis alternatif jalan keluar terhadap semua risiko yang mungkin terjadi tadi. Manajemen risiko yang dikuasai oleh pengacara akan membantu perusahaan terhindar dari berbagai jenis masalah. Apalagi masalah hukum biasanya rumit dan bisa menguras banyak waktu untuk penyelesaiannya. 

  1. Memahami Bisnis Perusahaan

Tidak hanya paham bidang hukum, pengacara internal perusahaan juga harus menguasai dunia bisnis. Pengacara in house setidaknya harus paham bagaimana bisnis bisa berjalan, seperti apa regulasi yang berjalan di dalam sebuah perusahaan, dan lain-lain. Ini semua akan menjadi bekal yang penting bagi pengacara in house untuk mengelola masalah hukum perusahaan. 

Saat direkrut oleh perusahaan untuk mengelola urusan hukumnya, maka pengacara paling tidak harus mengenali seperti apa sistem yang berlaku di perusahaan. Ilmu bisnis ini bisa menjadi dasar untuk menyelesaikan berbagai urusan hukum yang dibutuhkan. Jika ingin bekerja sebagai pengacara in house maka mau tidak mau memang harus belajar tentang dunia bisnis. 

Memilih Jasa In House Lawyer yang Terpercaya

Penting sekali bagi perusahaan untuk memilih jasa pengacara in house yang bisa dipercaya. Mungkin saat ini profesi pengacara di Indonesia terhitung cukup banyak. Namun ternyata tidak semuanya kompeten untuk bekerja sebagai pengacara perusahaan internal. Berikut ini beberapa tips yang bisa diterapkan perusahaan dalam memilih pengacara internal yang kompeten.

  1. Pastikan Bekerja secara Legal

    Pertama-tama, pastikan dulu bahwa pengacara yang akan dipekerjakan memiliki izin resmi untuk bekerja. Pastikan dulu bahwa pengacara tersebut memang kompeten dari segi pendidikan maupun kemampuan yang dimiliki. Hal ini bisa dilihat dari bukti identitas dan dokumen lain yang membuktikan bahwa pengacara tersebut memang bekerja secara legal.
    Ini penting untuk dilakukan supaya tidak ada masalah bagi perusahaan di kemudian hari karena mempekerjakan pengacara yang mungkin tidak bekerja secara legal. Selain itu hal ini juga dilakukan untuk membantu perusahaan mendapatkan jasa pengacara yang memang kompeten di bidangnya.

  2. Pilih dari Kantor Hukum Terpercaya

    Memang lebih mudah untuk memilih jasa in house lawyer melalui kantor hukum. Anda bisa memilih kantor pengacara yang terpercaya dan profesional di bidangnya. Pastikan dulu bahwa kantor pengacara tersebut memang menyediakan jasa pengacara internal yang dapat direkrut oleh perusahaan Anda. 
    Pencarian ini mungkin membutuhkan waktu. Anda perlu melakukan survei agar bisa mendapatkan pilihan terbaik. Tidak perlu terburu-buru, Anda bisa mencari rekomendasi dari berbagai sumber. Pastikan kantor pengacara tersebut memang bisa dipercaya dan sudah kompeten di bidangnya. 

  3. Lihat Pengalaman yang Dimiliki

    Jika sudah mendapatkan kandidat pengacara internal untuk perusahaan Anda, coba lihat kembali seperti apa pengalaman yang dimiliki. Hal ini juga tidak kalah penting untuk dilakukan karena pengalaman membuktikan kompetensi atau keterampilan yang dimiliki. Semakin banyak pengalaman yang dimiliki maka semakin bagus dan bisa dipercaya. 
    Anda juga bisa melihat apakah pengacara tersebut memang sudah pernah bekerja sebagai pengacara internal perusahaan atau belum. Jika sudah, lihat di perusahaan mana ia bekerja dan seperti apa track record-nya. Ini semua penting untuk diperhatikan sehingga Anda bisa merekrut pengacara yang punya banyak pengalaman dalam mengelola urusan hukum perusahaan. 

  4. Diskusikan Masalah Biaya

    Pastikan untuk berdiskusi masalah biaya karena ini juga tidak kalah penting untuk dipertimbangkan oleh perusahaan. Apalagi jika Anda ingin merekrut tenaga pengacara yang profesional dan berpengalaman. Sudah pasti dibutuhkan anggaran yang tidak kecil dalam hal ini. Jadi pastikan untuk memperhitungkan dan mempersiapkannya dengan baik. 

Baca   Peran Penting Pengacara dalam Kasus Pidana

Memang ada banyak hal yang harus dipikirkan saat perusahaan ingin merekrut pengacara internal. Pastikan kompetensinya memadai dan anggaran biayanya juga cocok. Jika berhasil merekrut pengacara yang kompeten maka bisa dipastikan urusan hukum perusahaan bisa berjalan dengan lancar. 

Jelas bahwa in house lawyer memiliki peran penting bagi sebuah perusahaan. Itulah mengapa perlu dipilih jasa yang tepat dan terpercaya. Adanya pengacara internal ini akan membantu operasional perusahaan berjalan dengan baik. Khususnya untuk hal-hal yang berhubungan erat dengan masalah hukum, lebih mudah terselesaikan karena dipegang oleh tenaga kerja yang memiliki kompetensi.

Butuh In House Lawyer yang Bepengalaman di Bidang Hukum Perusahaan Hubungi Kami Sekarang

Portofolio Kami

Related Posts
Prosedur Proses Arbitrase

Informasi Lengkap Petunjuk Prosedur Arbitrase Dalam dunia hukum, kita mengenal salah satu metode penyelesaian sengketa yang disebut sebagai arbitrase. Arbitrase Read more

Jasa Pengacara Hutang Piutang

Manfaat Menggunakan Jasa Pengacara Hutang Piutang Perkara hutang piutang sebenarnya bukan hal yang aneh lagi di kalangan masyarakat Indonesia. Hanya Read more

Cara Mengajukan Gugatan Hukum Wanprestasi

Akibat Hukum Wanprestasi, Arti dan Konsekuensi Yuridis dalam Perspektif Perjanjian Terikat Wanprestasi terjadi ketika seseorang atau kelompok yang memiliki hutang Read more

Cara Mendirikan PT

Panduan Cara Mendirikan PT di Indonesia PT atau Perseroan Terbatas tentu merupakan istilah yang begitu kerap Anda dengar. PT sendiri Read more